PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG

Pengertian Uang

Uang adalah alat tukar yang sah dan diterima secara umum oleh masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi. Selain sebagai alat tukar, uang juga digunakan sebagai alat pembayaran, alat penyimpan nilai, dan satuan hitung.Sebelum adanya uang, masyarakat melakukan pertukaran barang dengan barang (barter). Namun, sistem barter memiliki banyak kelemahan, sehingga diperlukan alat tukar yang lebih praktis, yaitu uang.

Uang memiliki peran krusial dalam perekonomian dengan fungsi utama sebagai alat tukar yang sah, satuan hitung untuk menentukan nilai barang/jasa, serta alat penyimpan nilai untuk kekayaan. Selain itu, uang berfungsi sebagai alat pembayaran utang dan pendorong kegiatan ekonomi. Uang mempermudah transaksi jual beli dan menggantikan sistem barter.

Secara rinci, fungsi uang dibagi menjadi dua kategori utama:

Fungsi Asli (Primer)

  • Alat Tukar (Medium of Exchange) : Mempermudah pertukaran barang dan jasa tanpa perlu barter.
  • Satuan Hitung (Unit of Account) : Menentukan nilai atau harga suatu barang/jasa, serta mengukur kekayaan.

Fungsi Turunan (Sekunder)

  • Alat Pembayaran Sah (Standard of Deferred Payment) : Uang digunakan untuk transaksi sah, termasuk membayar utang, pajak, dan kewajiban lainnya.
  • Alat Penyimpan Kekayaan (Store of Value) : Uang dapat disimpan untuk kebutuhan pembelian di masa depan.
  • Alat Pemindah Kekayaan: Memudahkan pemindahan nilai dari satu pihak ke pihak lain, seperti dalam pembelian aset.
  • Pendorong Kegiatan Ekonomi: Uang memotivasi investasi dan bisnis, sehingga memperlancar roda perekonomian.

Nilai uang adalah kemampuan uang untuk ditukarkan dengan barang dan jasa. Artinya, seberapa banyak barang atau jasa yang dapat dibeli dengan sejumlah uang tertentu. Nilai uang tidak selalu tetap, tetapi dapat berubah seiring waktu, tergantung pada kondisi ekonomi seperti inflasi dan jumlah uang yang beredar.

Contoh sederhana:

Uang Rp10.000 pada tahun 2005 dapat membeli lebih banyak barang dibandingkan Rp10.000 pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa nilai uang dapat menurun.

Permintaan Uang

Permintaan uang adalah jumlah uang yang diinginkan masyarakat untuk berbagai keperluan, terutama transaksi sehari-hari, berjaga-jaga menghadapi hal tak terduga, dan berspekulasi untuk mendapatkan keuntungan, yang dipengaruhi pendapatan, tingkat bunga, serta ekspektasi masa depan, dan mencerminkan keinginan memegang uang dalam bentuk likuid.

Motif Permintaan Uang (Menurut John Maynard Keynes)

Motif memegang uang adalah alasan seseorang atau masyarakat menyimpan atau memegang uang dalam bentuk kas untuk tujuan tertentu. Uang tidak seluruhnya digunakan atau disimpan di bank, tetapi sebagian dipegang untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Menurut John Maynard Keynes, terdapat tiga motif utama seseorang memegang uang, yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi.

Motif Transaksi Untuk membiayai pembelian barang dan jasa sehari-hari (belanja, bayar tagihan).
Motif Berjaga-jaga Untuk menghadapi kebutuhan tak terduga, seperti biaya sakit atau kecelakaan (mirip tabungan).
Motif Spekulasi Alasan memegang uang untuk memperoleh keuntungan di masa depan, terutama terkait perubahan suku bunga dan harga surat berharga. (misal, beli emas saat murah).

Faktor yang Mempengaruhi

  • Pendapatan (Pendapatan Nasional)
    Semakin tinggi pendapatan, semakin besar permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga.
  • Tingkat Bunga
    Suku bunga memiliki hubungan negatif. Saat suku bunga tinggi, orang memilih menabung/investasi daripada memegang uang tunai, sehingga permintaan uang untuk spekulasi menurun.
  • Tingkat Harga (Laju Inflasi)
    Kenaikan harga-harga umum (inflasi) menyebabkan masyarakat membutuhkan lebih banyak uang untuk transaksi, yang meningkatkan permintaan uang.
  • Ekspektasi Masa Depan
    Jika diperkirakan kondisi ekonomi akan buruk atau harga akan naik, permintaan uang tunai cenderung meningkat.
  • Kekayaan Masyarakat
    Semakin besar kekayaan atau aset, semakin tinggi pula jumlah uang yang diminta untuk keperluan transaksi maupun aset likuid.

Penawaran Uang

Penawaran uang adalah jumlah seluruh uang yang tersedia dan beredar dalam perekonomian pada suatu waktu tertentu. Penawaran uang mencerminkan total uang yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi.

Penawaran uang dikendalikan oleh bank sentral, yaitu Bank Indonesia, melalui kebijakan moneter dengan tujuan menjaga stabilitas nilai uang dan kestabilan ekonomi.

Jenis-Jenis Penawaran Uang

Uang Beredar dalam Arti Sempit (M1)

Penawaran uang dalam arti sempit, yang sering disebut (M1), adalah jumlah total uang yang beredar dan memiliki likuiditas tinggi, terdiri dari uang kartal (kertas dan logam) serta uang giral (saldo giro) yang dipegang masyarakat. (M1) berfokus pada alat pembayaran yang sah dan siap digunakan kapan saja untuk transaksi.

Uang beredar dalam arti sempit, yang dinotasikan sebagai M1, adalah penjumlahan dari uang kartal (uang kertas dan logam) yang dipegang masyarakat dengan uang giral (rekening koran/giro). Secara matematis, rumusnya adalah

M1 = C + D

Keterangan

  • M1 (Narrow Money) : Uang Beredar
  • C (Currency) : Uang Kartal (uang kertas dan logam yang beredar di masyarakat)
  • D (Demand Deposits) : Uang Giral (rekening koran/giro/simpanan permintaan)

Komponen Uang Sempit (M1)

  • Uang Kartal: Uang fisik (logam dan kertas) yang digunakan sehari-hari.
  • Uang Giral: Dana yang disimpan di bank umum yang dapat ditarik sewaktu-waktu menggunakan cek, giro, atau kartu debit.
Contoh Sederhana

Jika Anda memiliki uang tunai Rp100.000 dan saldo di rekening giro Anda Rp500.000, maka total narrow money (M1) Anda adalah Rp600.000.

Uang Beredar dalam Arti Luas (M2)

Uang beredar dalam arti luas, dikenal sebagai M2 atau likuiditas perekonomian, adalah total kewajiban sistem moneter (bank sentral, bank umum, BPR) terhadap sektor swasta domestik. M2 mencakup uang kartal, uang giral, uang kuasi (tabungan dan deposito berjangka), serta surat berharga selain saham, mencerminkan seluruh likuiditas yang tersedia.

Uang beredar dalam arti luas, yang umumnya disebut sebagai M2 (atau likuiditas perekonomian), mencakup jumlah uang tunai, giro, serta deposito berjangka dan tabungan. Rumus dasarnya adalah:

M2 = M1 + Uang Kuasi
M2 = M1 + TD + SD
  • M2 (Broad Money) : Uang beredar dalam arti luas.
  • M1 (Narrow Money) : Uang beredar dalam arti sempit.
  • TD (Time Deposits) : Deposito berjangka.
  • SD (Savings Deposits) : Saldo tabungan Deposito (Sertifikat Deposito)
  • Uang Kuasi (Quasi Money) : Terdiri dari TD + SD (deposito berjangka dan tabungan)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org