PENGANGGURAN

Pengangguran adalah keadaan seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja tetapi tidak memiliki pekerjaan dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan, mempersiapkan usaha, atau merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan meskipun sebenarnya masih mampu bekerja.

Dalam ilmu ekonomi, pengangguran menjadi salah satu masalah utama karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi suatu negara. Pengangguran mencerminkan ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan ketersediaan lapangan kerja. Tingginya tingkat pengangguran menandakan bahwa perekonomian belum mampu menyerap seluruh tenaga kerja yang ada secara optimal. Hal ini berdampak pada rendahnya pendapatan masyarakat dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang :

  • Tidak bekerja,
  • Sedang mencari pekerjaan, atau
  • Sedang mempersiapkan usaha, atau
  • Tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

Definisi ini menunjukkan bahwa pengangguran tidak selalu berarti kemalasan, melainkan sering kali disebabkan oleh keterbatasan kesempatan kerja. Pengangguran termasuk bagian dari angkatan kerja, tetapi tidak menghasilkan pendapatan karena tidak bekerja.

Faktor Penyebab Pengangguran

Pengangguran utamanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja yang tinggi dan ketersediaan lapangan kerja yang terbatas. Faktor penyebab lainnya meliputi kesenjangan keterampilan (mismatch), kemajuan teknologi yang menggantikan manusia, PHK, serta rendahnya tingkat pendidikan.

Beberapa faktor penyebab pengangguran antara lain:

  • Pertumbuhan penduduk yang cepat
  • Lapangan kerja yang terbatas
  • Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan
  • Ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja
  • Kemajuan teknologi
  • Krisis ekonomi dan kondisi global

Jenis-Jenis Pengangguran

Pengangguran dapat dibedakan berdasarkan penyebab dan waktunya.

Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

  1. Pengangguran Friksional
    Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran yang terjadi akibat proses perpindahan tenaga kerja dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain atau karena seseorang baru memasuki dunia kerja dan sedang mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan tingkat pendidikannya

    Pengangguran ini bersifat sementara dan merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dalam suatu perekonomian yang dinamis, karena selalu ada orang yang keluar dan masuk ke pasar tenaga kerja.

    Penyebab Pengangguran Friksional
    Pengangguran friksional terjadi karena beberapa faktor berikut :

    1. Perpindahan Pekerjaan (Job Switching)
      Seseorang berhenti dari pekerjaan lama untuk mencari pekerjaan baru yang dianggap lebih baik.
    2. Masuknya Tenaga Kerja Baru
      Lulusan SMA, SMK, atau perguruan tinggi yang baru lulus dan sedang mencari pekerjaan
    3. Ketidaksesuaian Informasi Pasar Kerja
      Kurangnya informasi tentang lowongan pekerjaan menyebabkan pencari kerja membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan.
    4. Perbedaan Preferensi Pekerjaan
      Tenaga kerja memilih pekerjaan tertentu yang sesuai dengan minat, lokasi, gaji, atau jam kerja.

    /
  2. Pengangguran Struktural
    Pengangguran struktural adalah jenis pengangguran yang terjadi akibat perubahan struktur ekonomi suatu negara atau daerah, sehingga jenis pekerjaan yang tersedia tidak lagi sesuai dengan keterampilan dan pendidikan tenaga kerja yang ada. Artinya, tenaga kerja masih ada dan ingin bekerja, tetapi pekerjaan yang cocok dengan keahlian mereka sudah berkurang atau hilang karena perubahan ekonomi, teknologi, atau pola produksi.

    Penyebab Pengangguran Struktural
    Pengangguran struktural terjadi karena beberapa faktor utama :

    1. Perubahan Struktur Perekonomian
      Peralihan sektor ekonomi (misalnya agraris ke industri) menyebabkan tenaga kerja lama tidak terserap.
    2. Perkembangan Teknologi dan Industri
      Dunia kerja membutuhkan keterampilan baru yang tidak dimiliki tenaga kerja lama.
    3. Ketidaksesuaian Pendidikan dengan Kebutuhan Pasar Kerja
      Lulusan pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
    4. Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat
      Permintaan terhadap produk tertentu menurun sehingga sektor usaha tersebut menyusut.
    5. Globalisasi dan Persaingan Global
      PHK.

    Contoh Pengangguran Struktural
    Beberapa contoh pengangguran struktural dalam kehidupan nyata :

    • Petani kehilangan pekerjaan karena lahan pertanian berubah menjadi kawasan industri.
    • Buruh pabrik tekstil kehilangan pekerjaan karena industri tersebut kalah bersaing dengan produk impor.
    • Pekerja toko konvensional kehilangan pekerjaan karena pergeseran ke perdagangan online.
    • Tenaga kerja manual tergantikan oleh sistem produksi modern.

    Upaya Mengatasi Pengangguran Struktural
    Beberapa solusi untuk mengatasi pengangguran struktural :

    • Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan (Reskilling & Upskilling)
      Menyesuaikan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan sektor baru.
    • Reformasi Kurikulum Pendidikan
      Menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
    • Pengembangan Sektor Ekonomi Baru
      Menciptakan lapangan kerja di sektor industri kreatif, digital, dan jasa modern.
    • Program Pelatihan Kerja Pemerintah
      Balai latihan kerja (BLK) dan pelatihan vokasional.
    • Pemerataan Pembangunan Wilayah
      Agar perubahan ekonomi tidak hanya terpusat di kota besar.

  3. Pengangguran Konjungtural (Siklis)
    Pengangguran konjungtural adalah jenis pengangguran yang terjadi akibat perubahan kondisi perekonomian secara keseluruhan, terutama ketika terjadi penurunan kegiatan ekonomi (resesi atau krisis ekonomi). Pada kondisi ini, permintaan terhadap barang dan jasa menurun sehingga perusahaan mengurangi produksi dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Pengangguran konjungtural disebut juga pengangguran siklis karena berkaitan dengan siklus ekonomi, yaitu fase naik (ekspansi) dan turun (kontraksi) dalam kegiatan ekonomi.

    Pengangguran konjungtural muncul dan meningkat pada fase resesi dan depresi, ketika banyak perusahaan mengurangi tenaga kerja karena penurunan penjualan dan pendapatan.

    Penyebab Pengangguran Konjungtural
    Pengangguran konjungtural disebabkan oleh faktor-faktor makroekonomi, antara lain :

    1. Penurunan Permintaan Agregat
      Ketika daya beli masyarakat menurun, permintaan terhadap barang dan jasa berkurang, sehingga perusahaan mengurangi produksi dan tenaga kerja.
    2. Krisis Ekonomi
      Krisis keuangan, inflasi tinggi, atau ketidakstabilan ekonomi global dapat menyebabkan banyak perusahaan mengalami kerugian dan melakukan PHK.
    3. Penurunan Investasi
      Ketidakpastian ekonomi membuat investor menahan investasi, sehingga perluasan usaha dan penciptaan lapangan kerja terhambat.
    4. Kebijakan Ekonomi yang Kurang Tepat
      Kebijakan fiskal atau moneter yang ketat dapat menurunkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan pengangguran.

  4. Pengangguran Teknologis
    Pengangguran teknologis adalah jenis pengangguran yang terjadi akibat kemajuan teknologi yang menyebabkan tenaga kerja manusia digantikan oleh mesin, otomatisasi, atau sistem digital. Akibatnya, sebagian pekerja kehilangan pekerjaan karena keterampilan yang dimiliki tidak lagi dibutuhkan dalam proses produksi yang baru.

    Pengangguran teknologis sering dianggap sebagai bagian dari pengangguran struktural, karena muncul akibat perubahan struktur produksi dan penggunaan teknologi modern.Contoh: Pekerja pabrik tergantikan oleh mesin otomatis.

    Penyebab Pengangguran Teknologis
    Pengangguran teknologis terjadi karena beberapa faktor berikut :

    1. Otomatisasi dan Mekanisasi
      Penggunaan mesin dan robot menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Contoh : Mesin otomatis menggantikan buruh di pabrik perakitan.
    2. Digitalisasi
      Peralihan dari sistem manual ke sistem digital mengurangi kebutuhan tenaga kerja tertentu. Contoh : Mesin ATM dan mobile banking mengurangi jumlah teller bank.
    3. Efisiensi Produksi
      Perusahaan menggunakan teknologi untuk menekan biaya dan meningkatkan produktivitas, sehingga membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja.
    4. Ketidaksiapan Tenaga Kerja
      Tenaga kerja tidak memiliki keterampilan baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

    Contoh Pengangguran Teknologis
    Beberapa contoh pengangguran teknologis dalam kehidupan sehari-hari :

    • Buruh pabrik yang kehilangan pekerjaan karena digantikan mesin otomatis.
    • Petugas tol kehilangan pekerjaan setelah diterapkannya sistem tol otomatis.
    • Pekerja percetakan kehilangan pekerjaan karena peralihan ke media digital.
    • Kasir digantikan oleh mesin self-service di pusat perbelanjaan.

    Upaya Mengatasi Pengangguran Teknologis
    Untuk mengurangi pengangguran teknologis, diperlukan berbagai upaya, antara lain :

    1. Pelatihan Ulang (Reskilling)
      Memberikan pelatihan keterampilan baru sesuai perkembangan teknologi.
    2. Peningkatan Pendidikan dan Literasi Digital
      Membekali tenaga kerja dengan kemampuan teknologi dan digital.
    3. Penyesuaian Kurikulum Pendidikan
      Kurikulum harus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
    4. Penciptaan Lapangan Kerja Baru
      Mengembangkan sektor ekonomi kreatif, digital, dan industri berbasis teknologi.

Pengangguran Berdasarkan Waktunya

  1. Pengangguran Terbuka
    Pengangguran terbuka adalah keadaan seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja, tidak memiliki pekerjaan sama sekali, dan sedang mencari pekerjaan atau siap bekerja. Pengangguran ini disebut “terbuka” karena kondisi tidak bekerjanya terlihat jelas, baik secara statistik maupun dalam kehidupan sehari-hari.

    Pengangguran terbuka merupakan bentuk pengangguran yang paling mudah dikenali dan sering digunakan sebagai indikator utama dalam mengukur tingkat pengangguran suatu negara.

    Contoh Pengangguran Terbuka
    Contoh pengangguran terbuka dalam kehidupan sehari-hari :

    • Lulusan SMA atau SMK yang belum mendapatkan pekerjaan
    • Seseorang yang di-PHK dan belum bekerja kembali
    • Pencari kerja yang sedang menunggu panggilan kerja
    • Orang yang siap bekerja tetapi belum memperoleh pekerjaan

  2. Pengangguran Terselubung
    Pengangguran terselubung adalah keadaan seseorang yang secara formal tercatat bekerja, tetapi kontribusi kerjanya sangat rendah atau bahkan tidak menambah hasil produksi. Dengan kata lain, jika sebagian tenaga kerja tersebut dikurangi, jumlah produksi tidak akan berkurang secara signifikan.

    Pengangguran ini disebut “terselubung” karena tidak terlihat secara langsung, sebab secara statistik orang tersebut masih dianggap bekerja, padahal pemanfaatan tenaga kerjanya tidak optimal.

    Penyebab Pengangguran Terselubung
    Beberapa faktor penyebab terjadinya pengangguran terselubung antara lain :

    • Kelebihan Tenaga Kerja
      Jumlah tenaga kerja lebih banyak dibandingkan kebutuhan produksi.
    • Rendahnya Produktivitas
      Tenaga kerja tidak memiliki keterampilan yang memadai sehingga hasil kerjanya rendah.
    • Kurangnya Modal dan Teknologi
      Keterbatasan alat produksi menyebabkan tenaga kerja tidak dapat bekerja secara efisien.
    • Budaya Kerja Keluarga
      Dalam usaha keluarga, banyak anggota keluarga bekerja meskipun sebenarnya tidak dibutuhkan.

  3. Setengah Menganggur
    Setengah menganggur atau setengah pengangguran adalah keadaan seseorang yang sudah bekerja, tetapi waktu kerjanya lebih sedikit dari jam kerja normal atau pendapatannya sangat rendah, sehingga kemampuan kerjanya belum dimanfaatkan secara optimal.

    Menurut konsep ketenagakerjaan, jam kerja normal adalah sekitar 35–40 jam per minggu. Jika seseorang bekerja di bawah jam tersebut dan masih ingin bekerja lebih banyak, maka ia termasuk setengah menganggur.

    Penyebab Setengah Menganggur
    Beberapa faktor penyebab setengah menganggur antara lain :

    • Terbatasnya Lapangan Kerja Penuh Waktu
      Pekerjaan yang tersedia hanya bersifat sementara atau paruh waktu.
    • Rendahnya Permintaan Tenaga Kerja
      Perusahaan tidak membutuhkan tenaga kerja penuh waktu.
    • Keterbatasan Modal dan Alat Produksi
      Tenaga kerja tidak dapat bekerja optimal karena keterbatasan sarana.
    • Sifat Musiman Pekerjaan
      Pekerjaan tertentu hanya tersedia pada waktu tertentu.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org